Welcome Guys

Silahkan berlangganan artikel via email, artikel baru secara otomatis akan terkirim ke email anda. Terima kasih

Enter your email address:

Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan

Produsen India Luncurkan Islamic Smartphone dengan Kompas ke Makkah

Written By Dailynomous on Kamis, 08 Desember 2011 | Kamis, Desember 08, 2011

Sebuah smartphone Islam telah diluncurkan dengan sebuah kompas yang menunjuk secara permanen ke arah Makkah dan Al-Quran yang sudah di download.

Penemu dari Enmac di India mengatakan bahwa mereka berfokus pada teknologi religius saat merancang telepon baru tersebut.

Dan pasar yang naik-turun seperti India memiliki pengguna telepon seluler dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan lebih dari 850 juta pelanggan termasuk petani dan tukang becak.

Anuj Kanish, yang telah meluncurkan Enmac di India, mengatakan kepada The Telegraph: "India memiliki sekitar 180 juta Muslim dan penetrasi ponsel di komunitas itu masih kurang.

"Tapi ketika sebuah produk atau layanan menarik tersedia, ia memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah pengguna. Sejauh ini, kami telah memiliki respon yang luar biasa untuk produk tersebut.'

Dia menambahkan: "Agama memiliki tempat yang sangat penting dalam masyarakat India, demikian juga memiliki ponsel. Tujuan kami adalah untuk membawa sebuah perangkat yang melayani kedua bagian, produk tersebut adalah kombinasi dari keduanya, teknologi dan agama, yang pertama dari sejenisnya di India. '

Enmac menerjemahkan Al-Quran dari bahasa Arab ke 29 bahasa, dan termasuk ucapan Hadits Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam, dan panduan untuk Muslim India tentang cara melakukan ritual haji di Makkah dan Madinah.

Kanish mengatakan perusahaannya telah memfokuskan pada 'teknologi agama' untuk membantu pelanggan dengan kehidupan yang sibuk untuk 'tetap terhubung dengan Tuhan. "


Sumber : [Voa-Islam]
Kamis, Desember 08, 2011 | 1 komentar | Read More

Google Adsense Ditinjau dari Hukum Islam

Written By Dailynomous on Rabu, 13 Juli 2011 | Rabu, Juli 13, 2011



Assalamu 'alaikum. Ustadz, saya mau bertanya tentang hukum bisnis online di internet, seperti: Google Adsense dan yang semisalnya.

Gambaran untuk Google Adsense adalah sebagai berikut: Secara konsep dan prosedur adalah kita apply (mengajukan permohonan, ed.) kepada Google agar Google memasang pelanggan iklan mereka di website kita. Google adsense mempunyai database iklan, baik teks atau pun gambar yang akan ditampilkan di website kita. Kita disediakan kode, dan (kode itu) bisa diletakkan, baik di header, body website, bottom, atau menu. Secara random (acak, ed.), iklan akan muncul secara otomatis di tempat kita memasang kode tersebut.

Yang jadi permasalahan adalah kita tidak bisa mengontrol iklan apa saja yang muncul, karena Google secara random menampilkan iklan sesuai dengan content (isi) dari halaman web yang kita punya. Jadi, ada kemungkinan muncul iklan-iklan pornografi, judi, kasino, kredit (yang nota bene umumnya tidak syar'i), games (membawa pada hal yang sia-sia), dan lain-lain yang
melanggar syari'at.

Metode pembayarannya adalah jika iklan yang terpasang di website kita di-klik oleh pengunjung maka kita mendapat $0,01 per klik, dan pembayaran dilakukan jika sudah terkumpul $100.
Abu Syukron.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullah. Ada pertanyaan--yang sejenis dengan pertanyaan Anda--yang ditujukan kepada Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid, dan jawaban beliau adalah, “Pada asalnya, tidak boleh bergabung dalam Google Adsense kacuali setelah memastikan bersihnya berbagai situs yang diiklankan dari hal-hal yang haram, karena tidaklah diperbolehkan mengumumkan, mengiklankan, dan membantu untuk menyebarkan kemungkaran.

( وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ) المائدة/2 ، 

Allah berfirman (yang artinya), 'Dan saling tolonglah dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam dosa dan tindakan kelewat batas. Dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah itu sangat keras siksaannya.' (QS. Al-Maidah:2)

وقوله صلى الله عليه وسلم : ( مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا ) أخرجه مسلم في صحيحه (4831).

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Siapa saja yang mengajak kepada hidayah maka dia akan mendapatkan pahala semisal pahala yang didapatkan oleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Sebaliknya, siapa saja yang mengajak kepada kesesatan maka dia akan menanggung dosa semisal dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.' (HR. Muslim, no. 4831)

Jika memang realitanya sebagaimana yang Anda katakan bahwa mayoritas situs yang diiklankan di situs Anda adalah situs-situs mengenai pengajaran berbagai bahasa atau semisal dengan itu maka kami berharap tidaklah mengapa jika Anda tergabung dalam Google Adsense. Terlebih lagi, jika memang Anda sangat membutuhkan penghasilan.

Anda berkewajiban untuk tidak mengiklankan situs-situs yang bertentangan dengan hukum syariat. Jika Anda tidak mampu melakukan hal ini--dengan kata lain, situs-situs terlarang tersebut tetap muncul di situs Anda--maka Anda berkewajiban untuk meninggalkan bisnis jual jasa ini karena jika Anda tidak mundur dari bisnis ini, Anda akan menjadi orang yang berperan serta menyebarluaskan dan mengiklankan hal yang hukumnya haram.” (Jawaban permasalahan ini diterjemahkan dari http://www.islamqa.com/ar/ref/101806)

Jadi, jika Anda tidak bisa mengontrol iklan yang ditampilkan di situs Anda, maka terlarang hukumnya untuk bergabung dalam program Google Adsense.
Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, S.S., M.A.
Artikel PengusahaMuslim.com
Rabu, Juli 13, 2011 | 2 komentar | Read More

Italia Produksi Keju Mozarella Halal

Written By Dailynomous on Selasa, 12 Juli 2011 | Selasa, Juli 12, 2011

Italia tidak lagi menjadi negara pengekspor imigran. Kini, negeri asal spagehti menjadi rumah bagi ratusan ribu imigran yang berasal dari Afrika, Asia, dan Timur Tengah. Yang menarik, semua imigran yang datang merupakan Muslim. Melihat dari kondisi itu, perusahaan di kawasan Campania, Naples mengendus keuntungan berlipat ganda ihwal kehadiran imigran Muslim. Keuntungan yang dimaksud berasal dari penjualan keju Mozzarella halal.
Dalam tradisi Italia, keju Mozarella dibuat dengan bahan campuran berupa alkohol. Namun, untuk versi halalnya, keju Mozarella tidak lagi menggunakan alkohol sebagai pencampur.
Berkat usahanya itu, Perusahaan pecentus Ide, La Baronia, yang berbasis di Castel, Sasso, dianugerahi label halal oleh Asosiasi Kebudayaan Islam di Italia. Pemberian label itu diserahkan langsung oleh Zaid Ibnu Tsabut.
"Melabeli satus halal salah satu makanan khas Italia adalah langkah maju untuk integrasi," kata Abdallah Massimo Cozzolino, presiden asosiasi dan seorang imam sebuah masjid di Naples, seperti dilansir, Telegraph.co.uk, Senin (11/7).
Menurut Abdallah, sekarang Muslim Italia tidak perlu lagi khawatir soal status halal Mozarella. "Tidak ada zat yang meragukan bagi setiap Muslim saat mengkonsumsi Mozarella," kata dia.
Keju Mozarella merupakan ikon khas Italia selain Spaghetti. Bagi Italia, Mozarella merupakan andalan ekspor utama negara itu. Konon, industri Mozarella bernilai 300 juta Euro pertahun.

Sumber : republika.co.id
Selasa, Juli 12, 2011 | 1 komentar | Read More